Riau, PINews.com - Identitas otak dari pembakaran lahan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis, Riau sudah dikantogi pihak Kepolisian Riau. Polisi punsudah mengerahkan tim untuk memburu oknum tidak bertanggungjawab yang telah menganggu aktivitas masyarakat akibat asap pekat yang timbul karena pembakaran.
Polisi sendiri mendapatkan identitas dua buronan dari tujuh pelaku pembakaran lain yang tertangkap. Namun polisi belum bisa menyebutkan identitas kedua buronan yang dikabarkan melarikan diri ke Sumatera Utara itu.
Sebelumnya, polisi sudah menangkap tujuh tersangka pembakar lahan Giam, semuanya merupakan warga pendatang, yakni US (52), DS (42 ), JD (36), W (15), YS (50), P (20), dan NS (25)
"Kita sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk memburu pelaku," kata Kepala Kepolisian Daerah Riau Brigadir Jenderal Condro Kirono kepada wartawan, Jumat, 28 Februari 2014.
Condro menjelaskan, salah seorang pelaku yang kabur merupakan pemodal pembakaran hutan lindung Giam Siak Kecil . Satu pelaku lagi merupakan seorang kepala dusun yang menjual lahan kepada pemodal tersebut.
Hingga kini polisi sudah menetapkan 26 tersangka pembakar lahan di sejumlah wilayah Riau. Mereka terdiri atas petani ataupun orang suruhan.
Polisi sudah memeriksa 13 saksi, baik dari masyarakat maupun perusahaan. "Kami juga sudah turunkan tim ahli gambut dari Institut Pertanian Bogor untuk menganalisis penyebab kebakaran," kata Antoni.
Kebakaran lahan yang terus meluas semakin menghawatirkan karena sudah banyak korban yang terkena sakit pernapasan. Selain itu, kebakaran juga sangat mengancam habitat para hewan yang hidup di hutan.
Sebelumnya empat ekor harimau sudah mulai terlihat mendekati perkampungan warga. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi warga yang ingin keluar di malam hari.
Akan tetapi harimau tidak bisa disalahkan karena mereka hanya mengikuti naluri untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.
Editor: Rio Indrawan