Jakarta, PINews.com - Tanda-tanda akan bersatunya Partai Gerindra dan Partai Golkar semakin terlihat. Terlebih setelah Ketua Umum Golkar yang juga Capresnya yakni Aburizal Bakrie (ARB) mengunjungi kediaman Ketua Dewan Pembina yang juga Capres Gerindra, Prabowo di kediamannya (5/5).
Pimpinan partai berlogo pohon beringin tidak menampik adanya peluang besar partainya berkoalisi dengan Gerindra. "Ketum sudah lakukan pembicaraan-pembicaraan dan masih akan dilakukan pembicaraan-pembicaraan selanjutnya. Diharapkan pertemuan-pertemuan selanjutnya sudah ada bentuk yang diinginkan bersama. Dan yang pasti keputusan mengenai koalisi atau pasangan calon presiden (capres), semuanya akan diputuskan lewat rapimnas," kata Idrus Marham, selaku Sekjen Partai Golkar.
ARB dikabarkan menerima pinangan Prabowo untuk menjadi cawapresnya untuk bertarung di pemilihan Presiden mendatang. Namun Partai Golkar tidak terlalu terburu-buru menyikapi berita tersebut.
"Masih akan dimatangkan. Kami akan segera bentuk tim untuk membahas kerjasama yang ada," tutur Ketua DPP Partai Golkar, Yorys Raweyai.
Beberapa pihak memrrediksi jika benar ARB legowo dan bersedia menjadi Cawapres Prabowo, maka pasangan Prabowo-ARB akan menjadi alternatif dan menjadi pasangan yang “seksi” dalam pilpres.
"Bila ARB dan Prabowo sama-sama mau mengalah dan bersedia di posisi RI 2 (cawapres, Red), tentu akan menjadi berita besar. Apalagi sejak lama Golkar dan Gerindra sudah memutuskan akan maju sebagai capres. Bila terjadi, putusan keduanya siap sebagai RI 2 tentu bentuk terobosan dan idealisme politik," ujar pengamat politik, Arya Fernandes.
Terlebih lagi, Joko Widodo mengalami penurunan elektabilitasnya sebagai Capres yang diusung PDIP, tentu kabar bersatunya Prabowo dan ARB ini akan menjadi berita besar yang dapat mengubah peta politik secara drastis di tanah air.
Editor: Rio Indrawan