Jakarta, PINews.com - Dalam penyelenggaraan KTT G20 Rusia menjadinsalahsatu negara yang menjadi sorotan negara lain. Hal ini tidak lain diakibatkan adanya dugaan keterlibatan Rusia atas konflik yang terjadi di Ukraina.
Amerika dan sekutunya bahkan terkesan mengancam Rusia dalam pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan di Australia itu.
Dilansir dari BBC, Perdana Menteri Inggris David Cameron kepada Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa akan ada perubahan besar hubungan Barat dengan Rusia, bila Rusia tetap melanjutkan pengerahan pasukan di dalam wilayah Ukraina.
Lain lagi dengan Kanda yang bertindak lebih tegas. Stephen Harper , perdana menteri Kanada terang-terangan menyatakan bahwa ia akan berjabat tangan dengan Vladimir Putin, Presiden Rusia, tapi hanya untuk menyampaikan bahwa Rusia harus keluar dari Ukraina.
Sementara itu, Presiden AS Barack Obama menggambarkan tindakan Rusia sebagai sesuatu hal yang mengerikan.
Setelah adanya desakan yang cenderung berubah menjadi ancaman, Rusia dikabarkan meninggalkan KTT lebih dulu, akan tetapi kabar tersebut dibantah oleh Rusia.
Rusia pun membantah keterlibatannya terkait krisis yang terjadi di Ukraina. Putin bahkan sempat melontarkan kecaman kepada Amerika bahwa AS dan sekutunyalah yang justru selalu bertindak semena-mena serta penyebab kekacauan di dunia seperti apa yang terjadi di timur tengah sekarang.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
