Jakarta, PINews.com - Krisis ekonomi yang dialami Yunani dalam beberapa tahun terakhir ternyata tidak hanya dirasakan oleh manusia, akan tetapi juga si raja rimba, Harimau. Phevos merupakan nama Harimau seberat 200 Kg yang dipelihara di kebun binatang Trikala. Ia masih keturunan harimau Benggala dan Siberia dan milik pemerintah Yunani itu segera dipindahkan ke Amerika Seikat demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Kegalauan pun menghinggapi para prtugas yang selama bertahun-tahun merawat Phevos. "Saya tidak tahu apakah kami harus senang atau sedih. Kami senang karena Phevos pergi ke tempat yang lebih baik di mana ia bisa hidup tenang dalam kondisi yang lebih baik," kata Odisseas Raptis yang mengelola e-Trikala, bagian dari pemerintah kotamadaya yang mengurusi kebun binatang, seperti dikutip dari BBC.
Ia juga mengungkapkan meskipun diliputi kesedihan, namun kepindahan Phevos menurutnya merupakan demi kepentingan harimau itu juga untuk mendapatkan kehidupan lebih baik.
“Sudah bertahun-tahun kami tidak punya uang dan kami tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang bagaimana merawat hewan-hewan eksotis ini. Tentu kami tidak senang hewan-hewan menderita di sini, kami selalu menginginkan yang terbaik untuk mereka. Itu sebabnya kami mengirimnya ke AS," tambahnya.
Nantinya Phevos akan ditempatkan di Taman Suaka Singa, Harimau dan Beruang di Alpine, California.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
