Jakarta, PINews.com - Pertamina (Persero) membuka peluang kepada perusahaan migas swasta nasional untuk mengelola sumur-sumur migas tua yang ada di tanah air. Pertamina dan Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) sepakat bekerjasama secara sinergis untuk mewujudkan kedaulatan di sektor migas. "Secara prinsip, Pertamina bahkan siap menjadi mitra dan mendukung langkah-langkah Aspermigas menuju kedaulatan migas dan energi, yang berpijak pada potensi dan sumber daya nasional secara optimal," kata Ketua Umum Aspermigas Effendi Siradjuddin dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Minggu (21/12/2014).
Ada beberapa butir persoalan strategis yang disampaikan Aspermigas kepada Dirut Pertamina. Di antaranya, terkait usulan lama Aspermigas kepada perusahaan migas pelat merah itu untuk memberi peluang kepada perusahaan minyak swasta nasional berpartisipasi mengelola lapangan-lapangan atau sumur-sumur minyak tua yang jumlahnya sangat besar. "Selain tidak mungkin dikelola sendiri oleh Pertamina, pemberian kesempatan kepada swasta juga penting dalam rangka memacu produksi minyak nasional, sekaligus menekan ketergantungan terhadap minyak impor," ujar Effendi.
Menurut Effendi kebijakan pengelolaan lapangan-lapangan tua yang selama ini diterapkan dengan melibatkan swasta nasional dan koperasi, sejatinya sudah sangat bagus. Hanya saja, lanjutnya, aspek pengawasan kurang berjalan dengan baik, sehingga fakta di lapangan, sumur-sumur tua masih banyak melibatkan modal asing.
Sementara itu, Dirut Dwi Soetjipto, menurut Effendi bahkan mengharapkan ada sinergi yang lebih permanen dan bersifat jangka panjang antara Pertamina dengan sektor swasta. Salah satu bentuk sinergi itu adalah bagaimana membangun kilang-kilang minyak skala kecil dan menengah untuk menampung produksi lapangan-lapangan minyak tua, sehingga pasarnya lebih terjamin.
Hal tersebut sesuai dengan Kepmen No 1 dan 3 Tahun 2008. "Bagaimana bentuk dan formula kerja sama itu, Pertamina dan Aspermigas akan membicarakannya lebih lanjut," kata Effendi.
Melihat situasi perminyakan di Tanah Air yang kebutuhan nasionalnya sebagian besar tergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM) dan minyak mentah, John Karamoy menimpali, Aspermigas mengusulkan dibentuk gugus tugas dengan tugas utama menaikkan produksi minyak. Gugus tugas tersebut dibentuk bersama oleh perusahaan-perusahaan minyak nasional, beranggotakan para praktisi yang sudah berpengalaman, dan dipimpin oleh Pertamina sebagai lokomotif.
Salah satu peran gugus tugas menurut John adalah memberikan penyadaran kepada masyarakat terhadap pentingnya upaya-upaya peningkatan eksplorasi migas, diversifikasi ke sumber energi non-migas, dan konservasi penggunaan energi pada umumnya. "Kesadaran tersebut selanjutnya patut ditindaklanjuti dengan langkah konkret dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang efektif dari pemerintah," katanya.
Sisi lain, lanjut John, pemerintah selanjutnya diharapkan dapat membuat kebijakan bertahap yang memberikan peran lebih besar kepada perusahaan migas nasional, sehingga lebih banyak nilai tambah migas nasional tetap dimanfaatkan untuk keperluan dalam negeri. Secara spesifik, gagasan pembentukan gugus tugas tersebut akan dibahas lebih detail dalam dialog nasional Aspermigas, yang juga akan menghadirkan tokoh-tokoh perminyakan nasional medio Januari mendatang.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
