Buku Pelajaran Hina Sahabat Nabi, Ada Yang Salah Dengan Kemenag?
Credit by: Ilustrasi LKS Sejarah Kebudayaan Islam (Ist)

Jakarta, PINews.com - Pemerintah lagi-lagi kecolongan terkait peredaran buku pendidikan dikalangan siswa. Baru-baru ini LKS yang terindikasi menghina sahabat Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khatab beredar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Jambi .

Atas kondisi itu, Kementerian Agama mengaku telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk meringkus pihak yang bertanggung jawab. Selain itu, LKS yang ditujukan untuk Madrasah Aliyah X mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam juga sudah ditarik dari peredaran.

Menteri Agama, Lukman Hakim mengaku bahwa LKS sifatnya sukarela dan diedarkan oleh pihak swasta. “Justru ini karena LKS lembar kerja yang sifatnya sukarela, bukan buku wajib, dan memang pihak-pihak swasta yang menerbitkan itu mensoalisasikan ke beberapa madrasah," katanya seperti dilansir dari kantor berita Antara.

Dengan adanya kondisi tersebut pantas saja pengawasan terhadap peredaran LKS menjadi tidak ketat.

Sementara itu, kritik pedas disampaikan oleh DPR terkait kasus ini. Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay menyatakan bahwa semestinya kasus seperti ini tidak perlu terjadi. Sebab, menurut dia, seharusnya guru-guru yang mengajar di MAN sudah memahami materi pelajaran yang mencerahkan peserta didik, apalagi ini Madrasah negeri yang dibawah langsung kementerian Agama.

“Seharusnya kejadian seperti ini tidak terjadi, guru-guru yang mengajar di MAN semestinya sudah memahami materi pelajaran yang mencerahkan,” kata Saleh dalam siaran pers.

Saleh menambahkan kasus seperti ini membuktikan adanya kelemahan koordinasi yang dilakukan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag. “Saya sarankan, Menteri Agama memanggil para pejabat di Dirjen Pendidikan Islam Kemenag. Mereka tentu tidak bisa lepas tangan begitu saja” katanya.

Sebelumnya pemerintah juga kecolongan dengan beredarnya buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas XI, SMA, dan sederajat yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jombang, Jawa Timur  dan Bandung. Di mana dimuat materi yang berisikan ajaran kekerasan.

Editor: RI