Jakarta, PINews.com - Harga minyak dunia yang berpatokan pada minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik tiga dolar AS menjadi ditutup pada 52,14 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei, bertambah 3,17 dolar AS menjadi menetap di 58,12 dolar AS per barel di London.
Mulai meroketnya harga minyak dipicu oleh investor yang meragukan bahwa kesepakatan nuklir antara Iran dan kekuatan dunia pekan lalu akan segera meningkatkan pasokan minyak mentah, demikian dilaporkan kantor berita Antara.
Para pedagang menyimpulkan kesepakatan awal antara Iran dan kekuatan internasional yang membuka jalan bagi Teheran untuk mengurangi kegiatan nuklirnya, dalam pertukaran untuk keringanan hukuman sanksi ekonomi termasuk pada investasi minyak tidak akan memiliki dampak terhadap pasokan minyak mentah.
"Ada kesadaran bahwa minyak Iran tidak akan mengalir ke pasar dunia dalam waktu dekat," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
