Jakarta, PINews.com - Kebakaran lahan yang menyebabkan kabut asap di berbagai wilayah Sumatera, Kalimantan dan melebar hinga ke Indonesia bagian timur selain merugikan masyarakat karena pernapasan dan kesehatan terganggu sudah barang tentu berdampak pada kondisi ekonomi.
Diperkirakan kerugian yang dialami bisa mencapai Rp 200 triliun lebih. Padahal jumlah lahan yang terbakar jauh lebih sedikit, hanya saja dampak asap tebal yang ditimbulkan sungguh luar biasa.
“Musim kemarau lebih panjang dan asap lebih luar biasa daripada tahun 1997-1998 kalau saya tambah US$9 miliar plus kerugian yang ada di Singapura dan Malaysia masing -masing US$2 miliar, jadi US$13 miliar, ditambah faktor seperti angka inflasi, jadi bisa bervariasi antara US$14 miliar hingga US$20 miliar, tergantung angka inflasi yang kita terapkan,” jelas Peneliti Center for International Forestry Research (CIFOR), Herry Purnomo.
Salah satu indikator kerugian yang jelas terlihat adalah dibatalkannya ribuan jadwal penerbangan.
Sebagai contoh, Garuda Indonesia menyebutkan potensi kerugian yang dialami sampai Oktober ini mencapai US$8 juta atau Rp109 miliar,.
“Total sampai 25 Oktober 1.600 penerbangan batal. Itu kita hitung semuanya ya, masih terus berjalan penghitungannya, karena masih terjadi,” jelas juru bicara Garuda Indonesia Benny Butar Butar.
Herry Purnomo memperkirakan jumlah kerugian ekonomi kemungkinan akan lebih besar karena, bencana kebakaran hutan masih terus terjadi di enam provinsi dan bahkan menyebar ke Papua dan Sulawesi.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
