Anakara, PINews.com - Polisi antihuru-hara pada Ahad (26/6) menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan pegiat gay di Istanbul, Turki.
Ratusan orang berkumpul di Istiklal Avenue, yang sibuk, di dekat Bundaran Taksim --yang bersejarah-- untuk melancarkan pawai tahunan LGBTI (lesbian, gay, biseksual, transgender dan interseks), meskipun larangan diumumkan oleh Pemerintah Turki satu pekan sebelumnya.
Sedikitnya 12 orang termasuk dua orang asing ditahan, saat polisi memburu pemrotes lain di jalur kecil dan jalan-jalan di sekitar Istiklal Avenue, kata surat kabar Hurriyet, sebagaimana dikutip Xinhua.
Volker Beck, politikus dari Partai Green Jerman, dan Terry Reintke, anggota Parlemen Eropa, belakangan dibebaskan, kata Hurriyet.
Polisi anti-huru-hara juga menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan pawai transgender pride pada 19 Juni.
Kelompok ultranasionalis dan Islam telah mengancam kelompok LGBTI karena menggelar pertemuan terbuka selama Ramadhan, bulan suci buat umat Muslim.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
