Bogor, PINews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membantu siswa afirmasi untuk mendapatkan akses terhadap pembelajaran daring. Bekerjasama dengan Telkomsel, salah satu provider telekomunikasi nasional, Pemkot Bogor memberikan bantuan paket kuota belajar.
Beberapa hari lalu, untuk memastikan kondisi dan persoalan yang dihadapi para siswa di Kota Bogor dalam melaksanakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Wali Kota Bogor Bima Arya mengunjungi tempat tinggal salah satu pelajar didampingi Kepala Diskominfo Kota Bogor dan Sekretaris Disdik Kota Bogor.
Bima Arya secara simbolis memberikan bantuan dari Telkomsel berupa kartu perdana Internet Merdeka Belajar 10 GB kuota belajar kepada siswa di Kota Bogor. Salah satunya Hari Laksono dan Agung Prasetyo, siswa Kelas IX SMK PUI Kota Bogor. Bantuan serupa diserahkan juga kepada SMPN 10 Kota Bogor dan SD Cipaku.
Kepada Hari Laksono, siswa kelas IX C SMPN 10 Kota Bogor, warga Cipaku Skip RT.02 RW.06 Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan. Bima Arya menanyakan cara mengikuti kegiatan PJJ di tengah ketiadaan gawai. "Kalau tidak ada HP, sekolahnya gimana? Bukannya hari ini ada ulangan?," tanya Bima.
Suyono, orang tua Hari Laksono menuturkan, sejak pandemi Covid-19 kegiatan belajar anak-anaknya menjadi vakum. Untuk PJJ, anaknya harus mendatangi salah satu rumah teman sekolahnya yang memiliki gawai untuk menanyakan tugas sekolah yang diberikan guru. Hari mengaku dalam seminggu dirinya dua kali datang untuk menanyakan tugas sekolah.
"Sementara tugas yang telah dikerjakan, saya antarkan ke sekolah. Karena tidak memiliki HP, anak-anak kami kesulitan menghubungi teman-temannya, vakum sejak sekolah diliburkan akibat Covid-19," kata Suyono.
Ahmad Subagip, guru mata pelajaran PKN SMPN 10 Kota Bogor yang mendampingi Wali Kota Bogor bersama Kepala SMPN 10 Kota Bogor, Estiza Septiana menuturkan, dari 32 siswa yang menjadi peserta didiknya, hanya 20 siswa yang bisa mengikuti PJJ melalui aplikasi Google Class Room atau zoom. "Kurang lebih sebanyak 30 persen siswa saya tidak bisa mengikuti pendidikan jarak jauh," kata Ahmad Subagip.
Sementara itu, General Manager Mass Market Segment Sales Jabotabek Jabar Telkomsel, Gamada menyampaikan, kartu perdana Internet Merdeka Belajar 10 GB tersebut diluncurkan dalam membantu para siswa yang kesulitan untuk akses belajar, khususnya daerah zona merah dan Orange. Sebab, rata-rata ada 30 persen para siswa komplain terkait kuota belajar.
"Keunggulan perdana ini ketika habis dan mau diperpanjang atau diisi ulang cukup bayar Rp5 ribu maka dapat kuota sebesar 11 GB, itu sudah murah banget. Tahap awal kami berikan 100 ribu kartu perdana atau paket gratis, namun data dari Disdik jumlahnya lebih dari itu karena siswa sekolah swasta juga dimasukkan, untuk kami tidak jadi masalah. Semoga bisa membantu pendidikan di Kota Bogor," kata Gamada.
Untuk pendistribusian bantuan tersebut, pihak Telkomsel membagikannya ke pihak sekolah yang selanjutnya akan diberikan kepada para siswa.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
