Yogyakarta, PINews.com - Sehubunngan dengan meningkatnya aktivitas Gunung Merapi, maka pada Selasa (29/4) Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi KEbencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikan status Merapi dari norman menjadi waspada.
Berdasarkan hasil pengamatan pos-pos Gunung Merapi dilaporkan telah terdengar suara dentuman hingga radius 8-13 Km.
Selain itu, data dari BPPTKG, Kegempaan pada tanggal 20-29 April tercatat terjadi Gempa Guguran sebanyak 37 Kali, multifase 13 kali, hembusan 4 kali, tektonik 24 kali dan gempa low frequenci 29 Kali.
Kepala BPPTKG, Subandrio menyatakan aktivitas merapi belakangan ini memang meningkat, seperti suara gemuruh. Namun itu bukan pertanda Merapi akan meletus, ia menjelaskan bahwa suara gemuruh yang terdengar adalah akibat dari proses pelepasan gas.
ubandrio juga menyebutkan, letusan gunung (erupsi magmatis) itu ditandai dengan banyaknya gempa yang mulai meningkat dalam waktu sehari. Bahkan gempa yang tercatat dalam sehari bisa mencapai ratusan. Sementara yang terjadi akhir-akhir ini masih terhitung sedikit.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
