Makasar, PINews.com - Cuaca buruk yang melanda sebagian wilayah Indonesia berdampak pada jadwal penerbangan nasional, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur. Kekacauan bahkan terjadi disalah satu maskapai terbesar di tanah air, Garuda Indonesia. Para penumpang pesawat Garuda Indonesia dari wilayah timur indonesia menuju ke barat mengalami kekacauan saat transit di Bandar Udara Sultan Hasanudin Maros di Ujung Pandang (15/6).
"Saya dijadwalkan terbang dari sorong menuju ke jakarta via makasar pukul 14.30 WIT, lalu lanjut dari makasar ke jakarta pukul 17.20 WITA. Namun saya tidak dapat informasi yang jelas tentang nasib saya" ujar salah seorang penumpang transit saat diwawancara kontributor PIN.
Kondisi ini tentu saja membuat suasana di bandara menjadi semrawut, karena banyak pihak yang tidak tahu kejelasan nasib mereka. Pihak bandara pun tidak bisa berbuat banyak karena tidak adanya info dari pihak Garuda Indonesia.
"Saya bukan orang Garuda, saya petugas bandara," ujar seorang petugas transit mengarahkan para penumpang menuju ke costumer service Garuda Indonesia. Namun saat di ruang costumer service para penumpang harus menelan kekecewaan karena tidak ada sama sekali petugas dari Garuda Indonesia yang bisa diminti keterangan perihal kekacauan transit yang terjadi.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No 77 Tahun 2011 tentang asuransi keterlambatan dan bagasi hilang, seharusnya para penumpang mendapatkan ganti rugi dari maskapai sebesar Rp 300 Ribu per orang. Akan tetapi hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Garuda terkait permasalahan ini.
- Danrem Dikuasai Kolonel Angkatan 1990-an, Anak Try Sutrisno dan Menantu Luhut Bersaing Jadi Jenderal
- Menyigi Potensi Peraih Adhi Makayasa Polri Beroleh Pangkat Tertinggi
- Kursi Jenderal untuk Jebolan Akademi TNI 1993
- Tahun 2015 Jumlah Pengguna Narkoba di Indonesia Capai 5 juta orang
- Bintang Terang Alumni Akmil 1989
PINews.co, Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus menegaskan kom
- Pengembang Panas Bumi Bersatu Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana
- Penyempurnaan Kebijakan Fiskal Hulu Migas Dibutuhkan untuk Mencapai Target Produksi Migas
- Perizinan Kegiatan Usaha Hulu Migas Wajib Disempurnakan
- Forum Manajemen Risiko Pertamina 2025: Pertamina NRE Ubah Risiko Jadi Peluang
