Produksi Adaro Semester Pertama Catat Kenaikan 12 %
Credit by: Logo Adaro (Ist)

Jakarta, PINews.com - Saat perusahaan pertambangan lain mengurangi produksi karena menurunnya permintaan pasar dan tekanan harga yang tak kunjung membaik, Adaro terus memacu produksi. Pada semester I. Volume produksi  meningkat 12 %  menjadi 27,8 juta ton.  Permintaan terhadap Envorocoal , batubara ramah lingkungan dengan sulfur rendah yang diproduksi Adaro  terus meniingkat,  Volume penjualan meningkat 13%, “ ujar Cameron Tough, Head of Investor Relations & Corporate Secretary Division PT Adaro Energy, Tbk

Dengan peningkatan volume penjualan,  meskipun harga jual rata-rata turun  5%, pendapatan Adaro meningkat 7% menjadi AS$1.693 juta. Dengan  beban pendapatan relatif tetap sebesar 1%, sebesar  AS$1.260 juta,  EBITDA  meningkat sebesar 31% menjadi AS$513 juta. Sementara  laba bersih Adaro turun 31% menjadi AS$172 juta. Penurunan ini  terutama karena dimasukannya keuntungan dari akuisisi Balangan.

Adaro menurunkan biaya kas batubara (tidak termasuk royalti) sebesar 13% menjadi AS$31,74 per ton pada 1H14, yang sebagian besar disebabkan oleh nisbah kupas yang lebih rendah, beban pengangkutan dan perawatan yang lebih rendah, biaya bahan bakar yang lebih rendah, dan inisiatif pengurangan biaya lainnya, di mana volume lapisan penutup meningkat 5%.

Belanja modal selama  semester pertama menurun 31% menjadi AS$67 juta. Untuk semester kedua, Adaro mempunya ruang yang besar untuk belanja modal karena pada 2014 dianggarkan  ,  sebesar AS$200 juta sampai dengan AS$25 juta.

Struktur modal meningkat dengan berkurangnya total utang berbunga sebesar 4% dan meningkatnya posisi kas sebesar 68% menjadi AS$938 juta, yang membuat utang bersih dibandingkan dengan EBITDA untuk 12 bulan terakhir  sebesar 1,39x, dan  utang bersih dibandingkan dengan ekuitas sebesar 0,40x pada akhir 1H14.

Cameron menegaskan,   Likuiditas Adaro tetap kuat dengan akses kas dan total fasilitas pinjaman jangka panjang yang belum digunakan sebesar AS$1 miliar.  “sehingga kami mampu menghadapi kondisi siklus yang menurun," ujarnya

Adaro, menurut Cameron,  telah menyelesaikan fasilitas pinjaman unsecured amortizing yang baru sebesar AS$1 miliar. Digabungkan dengan saldo kas internal, Adaro berencana untuk menggunakan dana hasil pinjaman untuk pembayaran obligasi sebesar AS$800 juta yang dikeluarkan bulan Oktober 2009 dan untuk pembiayaan kembali fasilitas pinjaman sebesar AS$750 juta yang di tandatangani pada bulan Juli 2011. “ Di tengah  kondisi pasar yang penuh tantangan , Adaro Energy berada di jalur yang tepat untuk mencapai target, “ ujar Cameron

Editor: Rio Indrawan